Jakarta, SatuRakyat –iPhone, Selama empat tahun terakhir, sejak peluncuran iPhone 12 dengan konektivitas 5G, mereka gagal memberikan alasan yang cukup kuat bagi pengguna untuk beralih ke model yang lebih baru. Tren yang mengkhawatirkan ini menjadi bayang-bayang bagi raksasa teknologi tersebut, mengingat iPhone menjadi penyumbang lebih dari setengah pendapatan perusahaan tahun lalu.

Penjualan iPhone yang melambat menjadi tamparan keras bagi Apple. Konsumen menunda upgrade ke model baru, memperpanjang siklus peningkatan. Hal ini mencekik pertumbuhan perusahaan, terutama di tengah persaingan ketat di pasar utama seperti Tiongkok dan tuntutan hukum antimonopoli yang membayangi.

Konferensi Pengembang Sedunia (WWDC) tahunan yang diadakan pada bulan Juni 2024 menjadi momen penting bagi Apple. Diharapkan menjadi panggung untuk menyelamatkan iPhone dari keterpurukannya. Inovasi di bidang kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci untuk memikat kembali konsumen dan mengantarkan Apple kembali ke puncak kejayaan di ranah teknologi.

Fitur AI baru yang menarik pada iPhone 16, yang akan diluncurkan pada musim gugur, dapat menjadi titik balik yang krusial. Hal ini tidak hanya meningkatkan performa iPhone, tetapi juga membangkitkan kembali minat konsumen untuk melakukan upgrade.

Namun, tantangan besar menanti Apple. Terlepas dari hasil WWDC, status Apple sebagai pemimpin teknologi tidak akan tergantikan dalam waktu dekat. Pendapatan iPhone yang fantastis, kenaikan nilai saham yang stabil, dan bisnis layanan yang sehat menjadi bukti ketahanan perusahaan.

Namun, para analis meyakini bahwa menghidupkan kembali penjualan iPhone adalah kunci untuk pertumbuhan berkelanjutan Apple.

“Ini bukan saatnya untuk presentasi biasa. Mereka tahu itu,” kata analis DA Davidson, Gil Luria. “Agar saham Apple terus naik dan bisnis berkembang, mereka harus meyakinkan kita mengapa kita harus membeli iPhone 16.”

Investor juga menaruh harapan besar pada Apple untuk menunjukkan kemampuannya dalam persaingan AI yang ketat. Para pesaing telah menunjukkan strategi yang jelas untuk pengembangan teknologi mutakhir, dan Apple perlu menunjukkan langkahnya agar tidak tertinggal.

“Waktunya tepat bagi Apple. Baru saja dikalahkan oleh Nvidia sebagai perusahaan teknologi paling berharga kedua di belakang Microsoft,” kata analis senior eMarketer Gadjo Sevilla. “Setiap langkah yang salah dapat membuat Apple kehilangan daya tariknya sebagai pemimpin teknologi.”

AI untuk iPhone: Harapan Baru?

Apple telah lama mengintegrasikan AI ke dalam produknya, menghadirkan fitur yang memudahkan hidup penggunanya. Namun, kali ini, Apple diprediksi akan meluncurkan pembaharuan AI yang jauh lebih besar dan mudah diakses konsumen.

Kemampuan AI generatif baru untuk iOS akan menjadi sorotan utama. Hal ini dapat meningkatkan asisten pribadi Siri, memungkinkannya untuk melakukan tugas-tugas seperti mengingat gambar lama, memberikan informasi cuaca dan berita yang lebih detail, bahkan mempelajari preferensi dan kepribadian pengguna untuk memberikan respons yang personal.

Fitur lain seperti meringkas atau membuat draf email juga diprediksi akan hadir, mengikuti tren yang telah diimplementasikan oleh para pesaing.

Pertanyaan besar yang muncul adalah ketersediaan fitur AI baru ini. Apakah pengguna iPhone lama dapat menikmatinya, atau hanya tersedia untuk perangkat baru yang diluncurkan di musim gugur? Jawabannya akan menentukan apakah fitur ini dapat mendorong siklus upgrade iPhone dan berdampak positif bagi perusahaan.

Analis Luria memprediksi bahwa kegagalan menghadirkan fitur yang menarik atau membatasi AI hanya untuk perangkat baru dapat menyebabkan penurunan nilai saham Apple. Sebaliknya, inovasi AI yang memikat dan mendorong upgrade dapat meningkatkan nilainya secara signifikan.

WWDC 2024 menjadi momen krusial bagi Apple. Masa depan iPhone dan, pada akhirnya, masa depan Apple sebagai pemimpin teknologi, bergantung pada kemampuan mereka untuk memukau konsumen dengan inovasi yang segar dan relevan di era AI yang kian berkembang.

Hanya waktu yang bisa menjawab apakah Apple mampu bangkit dari keterpurukannya dan kembali menjadi raja di dunia teknologi.

Baca juga  : Terjerat Pinjol:Seorang Karyawati Curi 143 Ponsel Perusahaa