Jakarta, SatuRakyat – Dalam perkembangannya yang inovatif, Neuralink milik Elon Musk, telah berhasil menanamkan chip otak pertamanya ke manusia. Elon mengumumkan keberhasilan tersebut di X (twitter), mengatakan penerimanya dapat pulih dengan baik.

The US Food and Drug Administration (FDA), memberikan izin kepada Neuralink tahun lalu untuk uji coba perdanannya ke manusia. Elon sangat optimis dengan hasil awalnya dikarenakan deteksi lonjakan neuron yang menjanjikan.

Uji coba Neuralink, dikenal sebagai studi Prima, berfokus pada evaluasi keamanan antarmuka otak-komputer nirkabel dan robot bedah digunakan dalam proses implantasi. Teknologi ini bertujuan memberdayakan individu penderita Quadriplegia, memungkinkan mereka mengendalikan perangat melalui pikiran mereka.

Meski mendapatkan pencapaian signifikan, Neuralink belum memberikan informasi rinci tentang orang yang ditanam atau prosedurnya.

Perkembangan ini terjadi di tengah laporan baru-baru ini bahwa Neuralink, menghadapi denda karena melanggar peraturan US Department of Transportation (DoT) terkait pengangkutan bahan berbahaya. Pada bulan Februari 2023penyelidik Departemen Pertahanan menemukan Neuralink gagal mendaftar sebgai pengangkut bahan berbahaya. Karena temuan kemasan limbah berbahaya termasuk cairan Xylene yang sangat mudah terbakar.

Xylene diketahui menyebabkan berbagai masalah kesehatan, adalah cairan mudah terbakar dapat menyebabkan sakit kepalapusingkebingungankehilangan koordinasi ototbahkan kematian.

Keberhasilan Neuralink sehingga dapat memperoleh izin FDA untuk uji coba penanaman chip otak tahun lalu, menandai tonggak penting bagi perusahaan bernilai 5 milliar Dollar Amerika dalam perdagangan saham swasta.

Perusahaan ini awalnya mengumumkan uji coba implan pada bulan September. Uji coba ini menggunakan robot yang dikembangkan secara khusus memasang benang ultrahalus melalui bedah dengan fasilitas transmisi sinyal di otak peserta.

Baca Juga : Pemerintah Inggris Melarang Vape Sekali Pakai