Jakarta, SatuRakyat – Pembegalan, Malam yang seharusnya penuh keceriaan berubah menjadi tragedi mengerikan bagi mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) berusia 19 tahun, berinisial NK, yang menjadi korban pembegalan saat sedang nongkrong bersama pacarnya di Jembatan Tanjung Senai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (3/2) dini hari, menandai kehilangan seorang mahasiswi yang berpotensi besar.

Saat kejadian, NK dan pacarnya, AP, tengah menikmati malam bersama di lokasi tersebut. Namun, kebahagiaan mereka berdua berubah menjadi tragedi ketika dua pelaku Pembegalan mendekati mereka dengan modus pura-pura menanyakan tempat mancing. Tanpa diduga, pelaku tiba-tiba menodongkan senjata tajam, diduga parang, dan mengancam keduanya.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP M Ilham, menjelaskan bahwa pelaku tidak hanya berusaha merampas barang berharga, tetapi juga merugikan korban dengan tindakan kekerasan. “Pelaku mengambil sepeda motor milik pasangan ini setelah melukai korban dengan senjata tajam,” ujar Ilham.

Akibat Pembegalan brutal tersebut, NK mengalami tusukan di bagian punggungnya yang akhirnya merenggut nyawanya. Sementara itu, pacarnya, AP, tidak luput dari kekejaman para begal, mengalami luka tusuk di kepala dekat pelipisnya. Dalam keadaan terluka parah, AP berjuang untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Iya, ada korban jiwa juga. Korban ada dua, salah satunya cewek yang meninggal dunia ditusuk pelaku dan satu lagi seorang laki-laki teman (pacar) korban luka di kepala,” ungkap Ilham.

Jenazah NK langsung dibawa pulang oleh keluarganya ke rumah duka di Lahat, sedangkan AP mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit. Sang pacar yang selamat juga telah memberikan laporan resmi ke polisi, yang sekarang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tragis ini.

Kasus ini mencuatkan keprihatinan dan kekhawatiran di masyarakat sekitar, memunculkan pertanyaan mengenai keamanan di wilayah tersebut. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah tegas untuk memastikan keamanan warga, terutama di tempat-tempat umum yang seharusnya menjadi tempat rekreasi dan bersantai.

Kejadian ini juga memicu diskusi lebih lanjut tentang perlunya peningkatan patroli keamanan dan kesadaran masyarakat terkait tindak kriminalitas. Kita semua berharap agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang dan bahwa keadilan akan ditegakkan untuk memastikan para pelaku mendapat hukuman yang setimpal sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan.

Baca Juga : Pasukan AS Melumpuhkan Ancaman Rudal Houthi di Laut Merah