Jakarta, SatuRakyat –Terjerat Pinjol, Terjerat Pinjol Seorang karyawati PT Satnusa Batam berinsial E ditangkap polisi usai mencuri 143 unit ponsel senilai Rp 450 juta milik perusahaan tempat pelaku bekerja. Diketahui, pelaku mengaku nekat mencuri lantaran terjerat utang pinjaman online.

Polisi menangkap wanita inisial E (24) usai mencuri 143 unit ponsel senilai Rp 450 juta milik perusahaan. Karyawan PT Satnusa Batam ini nekat melakukan aksinya akibat terjerat utang

Minggu (16/6/2024), kasus tersebut terungkap berawal dari laporan perusahaan pada 30 Mei 2024. Polisi lalu melakukan penyelidikan hingga mengamankan pelaku

Kami menerima laporan dari manajemen PT Satnusa. Yang mana mereka mengaku kehilangan handphone sebanyak 143 unit yang seharusnya akan dikemas untuk disebar di pasar hilang. Kemudian setelah dilakukan penyelidikan dan mengamankan karyawan inisial E,ujar Iptu Doddi.

Di perusahaan tempatnya bekerja, pelaku E menjabat sebagai pengecek hasil produksi. Dia telah mencuri ponsel hasil produksi perusahaan tempatnya bekerja itu sejak 21 Mei hingga 29 Mei 2024.

Pelaku inisial E ini merupakan karyawan PT Sat Nusa yang memiliki jabatan PRO atau pengecekan hasil produksi. Jadi pelaku mengambil 143 handphone dalam kurun waktu 21-29 Mei 2024,”

Pelaku mengaku nekat mencuri ratusan handphone itu karenakan terjerat pinjaman online. Akibat perbuatan pelaku perusahaannya mengalami kerugian sekitar Rp 450 juta.

ES yang bekerja di bagian operator produksi perusahaan tersebut, bekerja sama dengan dua rekannya, DK dan J, selaku penadah untuk menjajakan ponsel tersebut di media sosial dengan harga miring.

Dari pengakuan tersangka, sebanyak 143 unit handphone yang sudah dia jual. Uang hasil penjualan tersebut, digunakannya untuk membayar utang pinjol.
Akibatnya, PT Sat Nusapersada mengalami kerugian Rp 450 juta.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan polisi, pelaku mengambil ratusan handphone itu dengan dibawa satu persatu.
Di bantu dengan rekannya yang berinisal D

Modus pelaku,mengambil satu persatu ponsel dan disembunyikan dengan cara dibawa dan dimasukan disela-sela bajunya lalu disembunyikan ke toilet kemudian dibawa keluar tanpa ada pengecekan sekuriti. Kemudian diserahkan ke rekannya D yang sudah menunggu di luar perusahaan.
Handphone itu dibawa keluar saat jam istirahat dan jam pulang kerja,” ungkapnya.

Total ada tiga pelaku yang akan kami amankan, yakni inisial E, D, dan S. Inisial S ini merupakan penadah ponsel curian. Saat ini, semua pelaku telah diamankan di Polresta Barelang,” tutup Iptu Doddi.

Baca Juga : Crayon Shinchan Berubah Jadi Superhero dan Anak Baik