Jakarta, SatuRakyat – Tiongkok menawarkan bantuan keamanan kepada Papua Nugini, setelah Amerika-Australia.

Akibat kerusuhan baru-baru ini di ibukota, Papua Nugini mendapat tawaran dari Tiongkok mengenai bidang keamanan juga kolaborasi kepolisian, menurut pernyataan menteri luar negri Papua Nugini, Justin Tkachenko.

Mesikupun sebelumnya sudah bekerja sama dengan Australia-Amerika, PNG sedang mempertimbangkan tawaran dari Tiongkok, pada bulan September, mengusulkan membantu kepolisian PNG dengan pelatihan, peralatan, dan teknologi. Tkachenko mengatakan bahwa diskusi tersebut masih dalam tahap awal. Ia juga menekankan bahwa kerja sama Tiongkok dengan PNG terpusat pada ekonomi dan perdagangan.

Tawaran dari Tiongkok muncul setelah kerusuhan di Port Moresby, ibu kota PNG, menyebabkan 16 orang tewas. Kerusuhan tersebut mendorong Perdana Menteri PNG, James Marape, menandatangani perjanjian keamanan senilai 200 Juta Dollar Australia, bulan lalu. Meskipun ada tawaran dari Tiongkok, Marape menegaskan bahwa Australia-Amerika tetap menjadi mitra keamanan utama PNG.

PNG terbuka dengan tawaran Tiongkok, Tkachenko mengatakan pentingnya memastikan bawha PNG tidak menduplikasi bantuan keamanan juga kepolisian yang sudah diberikan oleh mitra sebelumnya. “Tawaran ini masih dalam tahap awal negosiasi dengan komisaris polisi dan kementerian keamanan dalam negeri” katanya.

Sebelumnya PNG telah memilih Amerika-Australia sebagai sekutu keamanannya, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Amerika. Pada bulan Mei, PNG mengizinkan akses militer Amerika ke pelabuhan dan bandara.

Tkachenko meyakinkan bahwa PNG berkomitmen untuk menjaga hubungan pertahanan dan keamanannya bersama Australia-Amerika. Menekankan bahwa negara ini bukanlah negara yang hanya sekedar “menjaga pagar”. Langkah ini mencerminkan pakta kemanan serupa dibuat antara Tiongkok dan Kepulauan Solomon di Washington dan Canberra.

Ketika ketegangan geopolitik meningkat di wilayah Pasifik, menteri Pasifik Australia, Pat Conroy, menjanjikan 35 juta Dollar Australia dalam bantuan kepolisian kepada tetangganya Timor Timur pada hari Senin, menandakan meningkatnya kekhawatiran di Canberra tentang peningkatan fokus Beijing pada sektor polisi dan keamanan di Pasifik.

Baca Juga : Pertunjukan Militer Korut : Amerika Dan Korsel Siaga