Jakarta, SatuRakyat – Virgoun , Penyanyi ternama diamankan bersama seorang wanita berinisial PA dalam sebuah operasi penangkapan yang dilakukan di sebuah kosan di kawasan Ampera, Jakarta Selatan. Kasat Narkoba Polres Metro Jakbar, AKBP Indrawienny Panjiyoga, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil menyita satu klip sabu beserta alat isapnya sebagai barang bukti utama dari kasus ini. Kedua tersangka juga telah menjalani tes urine yang mengkonfirmasi adanya methamphetamine dalam tubuh mereka.

Methamphetamine atau Sabu: Apa Itu?

Methamphetamine, sering disebut sebagai sabu, adalah obat yang pada awalnya digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktivitas dan defisit perhatian (ADHD). Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan kadar dopamin, neurotransmitter penting dalam regulasi suasana hati dan aktivitas otak. Namun, karena efek stimulannya yang kuat, methamphetamine sering disalahgunakan dan bisa menyebabkan ketergantungan yang parah.

Efek dan Bahaya Methamphetamine

Penggunaan methamphetamine dapat mengakibatkan pelepasan dopamin, norepinefrin, dan serotonin dalam jumlah yang berlebihan. Ini memunculkan perasaan ‘high’ atau euforia yang membuat penggunanya merasa bahagia dan bersemangat. Namun, efek samping yang muncul juga sangat berbahaya, seperti peningkatan aktivitas fisik yang tidak normal, penurunan nafsu makan, peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, serta peningkatan suhu tubuh yang bisa mengancam nyawa. Pemakaian jangka panjang dapat merusak organ tubuh, memicu gangguan mental seperti depresi, dan meningkatkan risiko terhadap perilaku kekerasan.

Dampak Kesehatan dan Pendapat Ahli

Gejala depresi, agitasi, dan kemungkinan perilaku agresif dapat muncul sebagai dampak negatif dari penyalahgunaan sabu.

Kasus Virgoun dan Implikasinya

Kasus penangkapan Virgoun bersama PA menyoroti masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba, khususnya methamphetamine. Penyanyi yang terkenal dengan lagu-lagu hitsnya kini harus menghadapi konsekuensi hukum atas keterlibatannya dalam penggunaan narkoba terlarang ini. Selain merusak karir dan reputasi, penggunaan narkoba juga mengancam kesehatan dan keselamatan mereka sendiri serta orang di sekitarnya.

Baca Juga : Jokowi Ungkap Fakta soal Bansos 46% Salah Sasaran