
Jakarta, SatuRakyat – Bocah, laki-laki berusia 11 tahun, tewas setelah mengikuti tren berbahaya yang sedang viral di platform media sosial TikTok. Kematian tragis ini menjadi peringatan akan bahaya eksperimen berisiko tinggi di dunia maya, khususnya dalam fenomena yang dikenal sebagai “chroming.”
Menggali Tren “Chroming”: Membahayakan Kesehatan dengan Menghirup Bahan Kimia Beracun
Tommie-Lee meninggal dunia setelah mengalami henti jantung di rumah temannya di Lancaster. Menurut keterangan dari neneknya, Tina Burns, kejadian tersebut terjadi setelah kedua anak tersebut mencoba tantangan chroming yang melibatkan menghirup bahan kimia beracun dari produk rumah tangga, seperti kaleng aerosol, penghapus cat kuku, pelarut cat, dan produk pembersih.
Chroming, juga dikenal sebagai huffing, merupakan tren berbahaya di mana remaja mencoba menciptakan sensasi mabuk dengan menghirup zat-zat beracun dan merusak kesehatan. Mereka merekam aksi ini dan membagikannya secara online, memperkuat tren yang telah menyebabkan banyak kematian remaja di seluruh dunia.
Dampak Berbahaya: Kesehatan Mental dan Fisik Terancam Serius
Dampak chroming tidak dapat dianggap remeh, dengan risiko serius seperti kerusakan otak, mati lemas, serangan jantung, dan kematian. Menghirup campuran yang sangat pekat dapat memberikan “efek euforia” yang singkat, tetapi juga dapat menyebabkan pusing, muntah, dan bahkan gagal jantung.
Efek jangka panjang dari paparan zat beracun melibatkan kehilangan ingatan, IQ lebih rendah, ketidakmampuan berkonsentrasi, dan gangguan penilaian. Sebuah penelitian tahun 2018 yang diterbitkan dalam Journal of Drug and Alcohol Research menegaskan bahwa chroming dapat merusak kesehatan mental dan fisik remaja.
Tanggung Jawab Platform Media Sosial: Pemangku Kepentingan Desak Tindakan Lebih Lanjut
Keluarga Tommie-Lee bersikeras bahwa tanggung jawab harus dipikul oleh platform media sosial, terutama TikTok, untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Mereka mendesak agar tindakan lebih lanjut diambil untuk memastikan keamanan pengguna, bahkan mengusulkan penutupan platform tersebut guna melindungi anak-anak dari bahaya chroming dan tren berbahaya lainnya.
“TikTok dan media sosial lainnya perlu berbuat lebih banyak untuk menjaga keamanan pengguna. Kami tidak ingin ada anak lain yang harus menderita seperti Tommie-Lee atau temannya,” ujar Tina Burns, merujuk pada keluarga teman Tommie-Lee yang juga terpukul oleh tragedi ini.
Pentingnya Kesadaran Publik: Bersatu Melawan Bahaya di Dunia Maya
Tragedi ini menyoroti pentingnya kesadaran akan bahaya tren berbahaya di media sosial dan perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat untuk melindungi generasi muda dari risiko yang tak terduga. Semua pihak, baik keluarga, pengguna, maupun platform media sosial, harus bersatu untuk mencegah kejadian serupa dan menjaga keamanan anak-anak di dunia
Baca Juga : Momen Pemenang Piala Oscar, Openheimer, Cillian Murphy