Hari Gunung Nasional, Jepang negara kepulauan dengan bentang alam yang didominasi oleh pegunungan megah, memiliki hubungan spiritual dan budaya yang mendalam dengan alam pegunungan. Gunung-gunung di negeri sakura ini tidak hanya sekadar bentang alam, tetapi juga menjadi simbol kekuatan, keindahan, dan tempat suci bagi masyarakat Jepang. Untuk merayakan dan menghormati keberadaan gunung-gunung ini, pemerintah Jepang menetapkan tanggal 11 Agustus sebagai Hari Gunung Nasional atau Yama no Hi. Hari libur nasional ini pertama kali diperingati pada tahun 2016 dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian gunung serta mendorong semangat konservasi alam.

Makna Gunung dalam Budaya Jepang

Dalam budaya Jepang, gunung memiliki makna yang sangat mendalam dan seringkali dikaitkan dengan dunia spiritual. Gunung Fuji, sebagai gunung tertinggi dan paling ikonik di Jepang, seringkali digambarkan sebagai tempat tinggal para dewa dan dianggap sebagai simbol kesucian dan keindahan. Selain itu, banyak kuil Shinto dan Buddha yang dibangun di lereng atau puncak gunung, menunjukkan betapa pentingnya gunung dalam kepercayaan agama masyarakat Jepang. Gunung juga sering muncul dalam karya seni, puisi, dan cerita rakyat Jepang, menjadi inspirasi bagi para seniman dan penulis selama berabad-abad.

Perayaan Hari Gunung Nasional

Perayaan Hari Gunung Nasional di Jepang menjadi ajang bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan alam. Salah satu kegiatan yang paling populer adalah pendakian gunung. Banyak orang memilih untuk mendaki gunung favorit mereka atau mencoba jalur baru yang menantang.

Selain itu, festival budaya yang meriah juga digelar di sekitar pegunungan, menampilkan tarian tradisional, musik khas, dan sajian kuliner lokal yang lezat. Suasana meriah ini semakin semarak dengan adanya kampanye pelestarian lingkungan yang melibatkan banyak pihak, mulai dari organisasi lingkungan hingga masyarakat umum. Kegiatan seperti bersih-bersih gunung, penanaman pohon, dan edukasi lingkungan menjadi agenda rutin dalam perayaan ini.

Tidak hanya itu, beragam aktivitas olahraga dan rekreasi seperti berkemah, bersepeda gunung, dan trekking juga semakin memeriahkan suasana. Semua kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian gunung dan memperkuat hubungan manusia dengan alam.

 

Hari Gunung Nasional di Jepang

Dampak Hari Gunung Nasional

Penetapan Hari Gunung Nasional di Jepang telah membawa angin segar dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata di negeri sakura. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian gunung semakin meningkat. Masyarakat mulai lebih peduli terhadap sampah, erosi, dan ancaman lainnya yang dapat merusak ekosistem pegunungan.

Selain itu, perayaan ini juga berhasil menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi berbagai destinasi pegunungan di Jepang. Hal ini tidak hanya memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal di daerah pegunungan, tetapi juga memperkenalkan keindahan alam Jepang kepada dunia.

Lebih lanjut, Hari Gunung Nasional juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti bersih-bersih gunung, penanaman pohon, dan edukasi lingkungan. Dengan demikian, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh subur di kalangan masyarakat Jepang.

Hari Gunung Nasional di Jepang merupakan perayaan yang sangat penting untuk menjaga kelestarian alam dan memperkuat hubungan antara manusia dengan alam. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan selama perayaan ini, diharapkan masyarakat Jepang dapat lebih menghargai keindahan dan kekayaan alam pegunungan serta berkomitmen untuk melestarikannya untuk generasi mendatang.

Baca Juga : Black Russian Terrier: Anjing Penjaga Berkepribadian Kuat

Baca Juga : Beruang Grizzly: Raja Hutan yang Menawan