
Platform Netflix , Pada pertengahan Oktober 2024, Platform Netflix menjadi sorotan publik setelah menghapus 19 film yang berkaitan dengan Palestina dari platform streamingnya. Keputusan ini memicu reaksi keras dari berbagai kelompok hak asasi manusia dan aktivis yang menuntut penjelasan dari perusahaan tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas latar belakang penghapusan film, reaksi dari Netflix, serta dampak yang mungkin ditimbulkan dari keputusan ini.
Latar Belakang Penghapusan Film di Platform Netflix
Netflix meluncurkan koleksi film berjudul “Palestinian Stories” pada Oktober 2021 sebagai bagian dari kesepakatan lisensi selama tiga tahun. Koleksi ini terdiri dari 32 film yang menampilkan kisah-kisah dan perspektif dari Palestina.
Netflix mengumumkan bahwa lisensi untuk 19 film yang dihapus telah berakhir. Dalam pernyataan resmi, mereka menyatakan, “Lisensi tersebut sekarang telah kedaluwarsa. Kami terus berinvestasi dalam berbagai film dan acara TV berkualitas untuk memenuhi kebutuhan anggota kami dan merayakan suara dari seluruh dunia.”
Beberapa film yang dihapus termasuk “Giraffada” karya Rani Massalha, “Mars at Sunrise” karya Jessica Habie, dan “Chronicle of a Disappearance” karya Elia Souleiman. Penghapusan ini membuat halaman “Palestinian Stories” di Netflix hanya menyisakan satu film yang masih tersedia untuk ditonton.
Reaksi dari Aktivis dan Kelompok Hak Asasi Manusia tentang Platform Netflix
Sebuah koalisi kelompok hak asasi manusia yang dipimpin oleh Freedom Forward mengirimkan surat terbuka kepada tim eksekutif Netflix. Dalam surat tersebut, mereka meminta penjelasan mengenai keputusan untuk menghapus film-film tersebut dan mendesak agar semua film yang dihapus dikembalikan ke platform.
Aktivis menyatakan keprihatinan bahwa penghapusan hampir seluruh koleksi film Palestina akan semakin memarginalkan suara-suara Palestina, terutama di tengah situasi krisis yang dihadapi oleh lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza.
Setelah menerima kritik, Netflix mengulangi pernyataannya bahwa keputusan untuk tidak memperpanjang kesepakatan lisensi adalah bagian dari praktik standar dalam industri konten. Namun, banyak yang merasa bahwa alasan tersebut tidak cukup untuk menjelaskan dampak sosial dan politik dari keputusan ini.
Dampak Sosial dan Budaya
Penghapusan film-film ini dapat dilihat sebagai langkah yang memperburuk marginalisasi suara Palestina di platform global. Film-film tersebut tidak hanya menceritakan kisah individu, tetapi juga mencerminkan pengalaman kolektif dan sejarah yang penting bagi identitas Palestina.
Media, termasuk platform streaming seperti Netflix, memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang bagi berbagai suara dan perspektif. Ketika film-film yang menggambarkan realitas Palestina dihapus, hal ini dapat mengurangi pemahaman global tentang isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat Palestina.
Penghapusan ini telah memicu reaksi di media sosial, dengan banyak pengguna yang menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap keputusan Netflix. Hashtag terkait dengan penghapusan film Palestina menjadi trending topic, menunjukkan bahwa isu ini telah menarik perhatian luas.
Keputusan Netflix untuk menghapus 19 film Palestina dari platformnya telah menimbulkan kontroversi dan kritik yang signifikan. Meskipun perusahaan menyatakan bahwa penghapusan ini adalah bagian dari praktik lisensi standar, banyak yang merasa bahwa langkah ini berpotensi memperburuk marginalisasi suara Palestina di dunia internasional. Dalam konteks saat ini, di mana banyak orang Palestina menghadapi tantangan besar, penting bagi platform media untuk mempertimbangkan dampak dari keputusan mereka dan berkomitmen untuk memberikan ruang bagi semua suara.
Baca Juga : Perkembangan Teknologi vs Pendidikan: Siswa Dihukum karena Gunakan AI, Orang Tua Tidak Terima